Banyak orang mengeluh karena menunggu. Orang sering memaki-maki kesal karena lama menunggu dan tidak sedikit orang kecewa dan stress karena lama menunggu. Waktu untuk menunggu selalu dianggap lama karena selalu dianggap tidak menguntungkan. Menunggu kereta api, menunggu naik kelas, menunggu bulan ramadhan selesai, menunggu kelahiran anak pertama, menunggu kredit sepeda motor lunas, dan menunggu yang lain. Sungguh, menunuggu sering kali tidak diharapkan.
Saat setengah tidur di Haneda Airport Tokyo, banyak orang suskes karena menunggu dan tidak sedikit orang yang sangat produktif karena menunggu. Menunggu ibarat api yang dapat membuat rumah terbakar habis, tetapi dapat juga digunakan untuk membakar sate kambing dan membangkitkan sup buntut menjadi lebih lezat. Menunggu sungguh sangat dicintai, sekaligus banyak dihindari.
Tidak dapat memanfaatkan waktu saat menunggu sama artinya dengan membiarkan kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan. Menunggu bukan berarti diam. Jika menunggu didefinisikan sebagai pekerjaan diam dengan penuh harapan akan sesuatu, sedangkan kita tidak melakukan sesuatu, makan energi yang hilang akan terasa cukup banyak sehingga menunggu terasa membosankan. Apalagi jika yang ditunggu tidak kunjung datang, maka energi yang tersedot semakin banyak dan denyut jantung semakin kencang. Jika hal ini terjadi maka kita mengalami minimal 4 kekalahan, yaitu kalah waktu kalah energi yang hilang, tidak menghasilkan, dan badan menjadi sakit. Selain itu juga pasti kurang bersyukur.
Saya sendiri termasuk orang yang sering mengucapkan terima kasih dalam hati kepada Maskapai Penerbangan yang sering terlambat, dokter-dokter yang sering terlambat, pegawai kelurahan yang sering terlambat, dan lain-lain. Sudah tidak dapat dihitung berapa puluh kali saya harus mengalami keberangkatan penerbangan yang tertunda. Namun, dari memanfaatkan waktu tunda tersebut buku-buku yang saya tulis dapat selesai, termasuk buku ini, alhamdulillah selesai akibat menunggu lama di stasiun kereta api. Ratusan waktu tunda yang pernah banyak orang alami telah melahirkan banyak konsep ide yang bermanfaat untuk masyarakat. Judul skripsi, tesis, juga disertasi untuk mahasiswa sering muncul pada saat dosen pembimbing membaca artikel ilmiah untuk mengisi waktu tunggu saat berada di puskesmas untuk meminta surat rujukan. Sungguh dahsyat waktu tunggu. Waktu tunggu bukanlah sampah waktu, yang kalau Anda dapat menaklukannya maka akan menjadi 'emas keberhasilan' yang gemilang untuk masa depan Anda. Menunggu saudara yang sedang sakit pun akan menjadi indah.









0 comments:
Posting Komentar