Secangkir kopi yan kita minum dapat menjadikan momen yang sangat mengagumkan dan sering menjadi catatan-catatan sejarah. Banyak orang berdikusi tentang hal-hal penting dengan sesekali meminum kopi. Banyak juga orang penting menentukan sesuatu dengan ditemani minum kopi. Jarak antara cangkir dengan bibir tidaklah jauh, bahkan ada yang mengatakan sangat dekat. Waktu yang dibutuhkan untuk mendekatkan cangkir ke bibir juga terasa sangat singkat, namun perjalanan cangkir menuju bibir tetap saja membutuhkan waktu, sependek apappun, tetap ada waktu.
Kita sering berputus asa karena merasa sudah berada di titik paling akhir, sudah tidak ada waktu, dan merasa sangat terlambat. Padahal, di antara waktu yang sangat pendek masih banyak peristiwa dan peluang yang dapat terjadi. Jika dalam waktu tenggang antara cangkir dan bibir pada saat minum kopi saja dapat dilahirkan banyak kinerja, apalagi waktu-waktu lain yang durasinya lebih panjang. Menentukan nama mentri juga sambil minum kopi dan memberhentikan juga boleh sambil minum kopi.
Minum kopi adalah peristiwa singkat yang sering banyak kita lupakan, apalagi waktu luang antara pagi sampai sore yang banyak dibiarkan begitu saja tanpa hasil. Peristiwa yang singkat untuk para Manusia Super akan banyak digunakan untuk mencetak sejarah kebaikan.
Demi waktu Ashar yang sangat sangat singkat, manusia diminta melakukan perbuatan amal soleh secara maksimal yang sangat mulia. Jika tidak dapat melakukannya, sungguh manusia dalam posisi merugi. Komputer saja sangat peduli terhadap waktu. Dia mmemanfaatkan waktu dalam spermiliar detik untuk melakukan perubahan.
Antara Cangkir dan Bibir (shared)
Posted by syarifrahman on 09.03









0 comments:
Posting Komentar